Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

punya teman makin kesini pada makin sombong,...
heran!! biarpun PINTER biarpun BISA biarpun PUNYA,.. apa pantas kita sombong? apakah orang lain akan berfikir kita hebat?

mungkin pengaruh hidup dikota yang sengit. semuanya serba bersaing. jadi sombong itu bukan hal tabu. bilangnya sih tdk sombong tapi dia tidak menyadari tingkahnya seperti sudah menggenggam jagat raya.

kata yang tepat harusnya bukan lagi "Diatas langit masih ada langit" tapi "apa yang didapat setelah sampai di pucuk pohon?"..

melihat keinginan manusia yang tanpa batas, seharusnya jangan di suguhkan kata2 di atas langit masih terdapat langit. maka sifat alami manusia akan timbul sesuatu keinginan yang lebih untuk menggapainya. yang tercipta bukan menuntaskan masalah ke angkuhan, yang ada malah sebaliknya.

bagaimana dengan kata "apa yang didapat di pucuk pohon?". seolah keinginan manusia yang terus meningkat tanpa batas, bisa di pagari oleh kata "apa yang didapat" sehingga mereka akan berfikir berulang ulang.

memang benar bahwa kita tidak akan mendapatkan apapun selain kepuasan batiniah, namun apalah arti sampai dipucuk jika pucuk itu hanya bisa menopang 1 orang? apalah arti kita menang dengan kesendirian,?

apa kita bisa berbagi cerita cerita kita dengan dgn orang lain? .ya.. tentu bisa
namun pertanyaanya sebagai apa orang lain itu mau mendengarkan kita? apa kalian senang jika orang lain itu mendengarkan kita karna tertarik dengan kemampuanmu? kepunyaanmu? kepintaranmu?

lalu apa yang kalian harapkan dari kesombongan?...
berfikirlah jauh lebih jauh kedalam lagi....

#"menghujat tak akan membuatku lebih baik dari kalian, tapi dengan kritik dari kalian dan terus intropeksi aku selalu berusaha untuk menjadi seorang nyaman"#
Orang korupsi yang makan duit rakyatnya itu sampah!!
Tapi lebih sampah lagi orang yang cuma mentingin diri dan perutnya!!
Dan paling yang sampah itu orang yang diam gak perduli sama negaranya, sama rakyatnya, sama temen2nya, sama pejuang2 aktivis yang membela kalian, sama orang yg terdzolimi oleh politik!!

Walaupun kalian tidak korupsi tidak maling atau apalah!! Tapi kalo kalian cuma diam dan membiarkan semua itu terjadi,
Kalian adalah sampah dari yang tersampahkan!!
BANGSA sibuk mengurusi KONFLIK
terlalu SIBUK memusuhi BANGSA sendiri
MASALAH pribadi dibuat seolah olah masalah NEGARA
DIMANA? aspirasi rakyat yang DIBESAR BESARKAN??
APA pernah muncul di MEDIA??
Yang membatasi hak asasi adalah hak asasi itu sediri.

Jagan pernah mengatasnamakan hak asasi apapun alasanya!!
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!